Pemda Soppeng Gandeng Investor, Implementasikan Skema BOT untuk Atasi Masalah Air Bersih Tanpa Bebani APBD

Uncategorized174 Dilihat

SOPPENG, Warta 72.com. Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Bupati H. Suwardi Haseng, SE, telah menunaikan janji politiknya dengan menginisiasi proyek peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PDAM Soppeng menggunakan skema Build Operate Transfer (BOT). Proyek ini digandeng dengan investor dan bertujuan menyelesaikan permasalahan ketersediaan air bersih yang telah lama menjadi perhatian masyarakat, khususnya di wilayah Kota Watansoppeng dan sekitarnya.

Pemaparan proyek secara resmi dilakukan di Ruang Rapat Pimpinan Bupati Soppeng pada Rabu (18/2/2026), yang dihadiri oleh jajaran Direksi PDAM dan pihak investor. Bupati Suwardi Baseng menegaskan bahwa langkah ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengakhiri persoalan klasik air bersih.

“Insya Allah, masalah air PDAM sudah bisa teratasi. Ini bukan pinjaman, tapi bentuk kerja sama investasi dengan rencana durasi 30 tahun,” tegas Bupati Suwardi saat memberikan keterangan kepada media pada Jumat (20/2/2026). Ia menambahkan bahwa upaya ini merupakan wujud komitmen untuk memperbaiki sarana air di perkotaan agar masyarakat mendapatkan hak dasar berupa air bersih yang layak.

Dua Pilar Utama Perombakan SPAM

PLT Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, menjelaskan bahwa perombakan menyeluruh akan difokuskan pada dua pilar utama:

1. Penggantian Jaringan Pipa Lama – Guna mengatasi kebocoran dan penyumbatan yang sering terjadi, sehingga tekanan air dapat stabil hingga ke rumah warga.
2. Penyediaan Sumber Air Baru – Melakukan pengeboran 50 titik sumur bor skala besar yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Soppeng untuk mengantisipasi kekeringan.

Skema BOT Jamin Efisiensi Fiskal

Kekhususan dari proyek ini adalah penggunaan skema BOT yang dirancang agar pembangunan infrastruktur air bersih dapat berjalan masif tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sedikit pun. Selama 30 tahun kerja sama, investor akan menangani pembangunan, operasional, dan pemeliharaan sistem, sebelum akhirnya menyerahkannya penuh kepada Pemda Soppeng.

“Kehadiran investor ini bukan sekadar menawarkan proyek fisik, melainkan mengajukan skema kerja strategis jangka panjang yang mengutamakan efisiensi fiskal daerah dan kualitas layanan maksimal bagi warga,” ujar Hasanuddin.

Sebelumnya, dalam masa kampanye, pasangan Bupati Suwardi Haseng dan Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle telah menyoroti permasalahan air bersih sebagai prioritas utama. Pada tahun 2024, Bupati Suwardi telah menyatakan bahwa penyediaan air bersih berkualitas dan kontinyu harus diatasi dengan kebijakan yang tidak membebani APBD, serta melibatkan optimalisasi sumber air baku dan modernisasi manajemen PDAM.

edi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *