Pemerintah Kabupaten Soppeng Petakan 4 Sektor, Siap Tarik Investasi

Uncategorized219 Dilihat

SOPPENG, Warta72.com – Sejalan dengan perannya sebagai aktor strategis dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI 2026, Pemerintah Kabupaten Soppeng memetakan empat sektor ekonomi utama sebagai fokus pengembangan guna menarik investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keempat sektor tersebut meliputi pertanian, peternakan, pariwisata, dan industri, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan terintegrasi.

1. Pertanian: Pondasi Ketahanan Pangan

Sektor pertanian menjadi prioritas utama dengan komoditas unggulan jagung serta pengembangan lahan untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Kabupaten Soppeng memiliki lahan baku sawah seluas 27.417,10 hektare dan menargetkan pengembangan hingga 69.534 hektare melalui optimalisasi lahan rawa dan non-rawa.

Selain itu, sektor tembakau juga menjadi andalan dengan hadirnya Sentra Hasil Industri Tembakau sejak 2018 yang membina 21 perusahaan rokok lokal. Keberhasilan ini bahkan menjadi rujukan bagi daerah lain, termasuk Kabupaten Bone, yang datang untuk melakukan studi tiru.

2. Peternakan: Fokus Kambing dan Sapi Perah

Di sektor peternakan, Pemerintah Kabupaten Soppeng mendorong pengembangan kambing dan sapi perah. Kondisi geografis serta ketersediaan hijauan pakan dinilai sangat mendukung.

Upaya peningkatan kapasitas juga dilakukan melalui studi banding ke Bogor dan Pasuruan untuk mengadopsi praktik terbaik. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan protein hewani berupa susu, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

3. Pariwisata: Destinasi Alam dan Budaya Terintegrasi

Sektor pariwisata menjadi fokus berikutnya dengan pengembangan destinasi berbasis alam dan budaya. Sejumlah potensi unggulan antara lain Air Terjun Liu Pangie, Lembah Cinta Matta Bulu, dan Desa Wisata Lompulle.

Selain itu, destinasi sejarah seperti Kompleks Makam Jera Lom Poe dan Rumah Adat Sao Mario juga terus dikembangkan. Pemerintah turut mendorong konsep wisata terintegrasi, termasuk potensi astro wisata dan event budaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

4. Industri: Hilirisasi dan Peran BUMD

Pada sektor industri, fokus diarahkan pada hilirisasi produk pertanian dan peternakan guna meningkatkan nilai tambah. Peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga diperkuat, salah satunya melalui PT Lamata Esso Mattappa.

BUMD ini menjadi motor penggerak dalam pengelolaan usaha serta sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, khususnya dalam pengembangan perkebunan dan pengolahan produk lokal agar mampu bersaing di pasar regional.

Dengan fokus pada empat sektor unggulan tersebut, Kabupaten Soppeng optimistis mampu menarik lebih banyak investasi serta memperluas jejaring kerja sama antardaerah. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

EYS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *