SOPPENG, Warta72.com — Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar pertemuan koordinasi dukungan Serap Gabah Petani (SERGAP) untuk masa panen Oktober 2025 hingga Maret 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Senin (16/3/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, sebagai upaya menyatukan persepsi serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program SERGAP yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN).
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa pertemuan ini penting dilaksanakan menjelang masa panen yang diperkirakan meningkat menjelang Idul Fitri. Menurutnya, kondisi panen saat ini memiliki dinamika berbeda sehingga membutuhkan koordinasi yang lebih kuat.
“Menjelang Idul Fitri banyak petani memasuki masa panen. Karena itu kita perlu memperkuat sinergi seluruh pihak. Situasi panen saat ini tidak sama seperti sebelumnya dan akan dijelaskan lebih rinci oleh Bulog dan Dinas Pertanian,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program SERGAP bertujuan melindungi harga gabah petani agar tetap berada pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni sebesar Rp6.500 per kilogram. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memutus rantai distribusi panjang yang selama ini berpotensi menekan harga di tingkat petani.
“Kita harus memastikan tidak ada potongan harga yang merugikan petani dan timbangan gabah harus sesuai. Ini bentuk perlindungan kepada petani, sehingga dibutuhkan komunikasi dan kerja sama antara Babinsa, Bulog, Dinas Pertanian, penyuluh, dan seluruh mitra,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti peran penting penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pendamping petani di lapangan. Ia berharap peningkatan tunjangan kinerja (Tukin) dapat sejalan dengan peningkatan kinerja dalam memberikan pendampingan. Lebih lanjut, Pemkab Soppeng memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program SERGAP melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan Bulog, TNI melalui Babinsa, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga penggilingan padi. Pemerintah daerah juga bertanggung jawab menyediakan data produksi yang akurat, mulai dari luas tanam, estimasi panen, lokasi panen, hingga produksi gabah.
Namun demikian, sejumlah tantangan turut menjadi perhatian, seperti potensi turunnya harga gabah di bawah HPP saat panen raya, kecenderungan petani menjual ke tengkulak karena pembayaran lebih cepat, keterbatasan gudang Bulog, kualitas gabah yang belum memenuhi standar, serta perlunya peningkatan koordinasi antara petani dan Bulog.
Sebagai penutup, Bupati menegaskan beberapa langkah strategis, di antaranya memastikan seluruh gabah petani terserap sesuai HPP, memperkuat koordinasi antarinstansi, melakukan pendataan panen secara real time, serta mendorong kelompok tani menjual gabah langsung ke Bulog.
Melalui program SERGAP, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu penyangga stok beras nasional.
EYS








