Magelang, Warta72.com — Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, mengikuti kegiatan retret dan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang digelar di Akademi Militer (Akmil), Magelang. Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI ini berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Andi Farid tampil mengenakan seragam loreng bersama sejumlah pimpinan DPRD dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran para pimpinan legislatif ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan di tingkat daerah. Turut hadir pula Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, yang ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Retret KPPD ini dirancang sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya menekankan aspek kedisiplinan dan ketahanan fisik, tetapi juga memperkuat wawasan kebangsaan serta mempererat sinergi antar pimpinan daerah. Melalui pendekatan terpadu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan persepsi dalam menjalankan roda pemerintahan daerah yang selaras dengan arah kebijakan nasional.
Andi Farid menilai, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas kepemimpinan para pimpinan legislatif. “Retret ini menjadi sarana penting untuk menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan agenda nasional, sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembekalan yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek teknis kepemimpinan, tetapi juga membangun karakter dan integritas dalam mengemban amanah rakyat. Menurutnya, momentum ini bukan sekadar pelatihan, melainkan ruang untuk mempertajam visi dan strategi dalam mengawal aspirasi masyarakat secara lebih efektif dan responsif.
Selain itu, retret KPPD juga menjadi ajang strategis dalam mempererat konektivitas komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antar pimpinan DPRD se-Indonesia. Dengan terbangunnya jejaring yang kuat, diharapkan tercipta tata kelola pemerintahan daerah yang semakin adaptif, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi dinamika pembangunan ke depan, guna mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
(eys)














