40 Perempuan di Soppeng Terima Bantuan Mesin Jahit dan Obras, Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga

Uncategorized241 Dilihat

Soppeng, Warta72.com — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi perempuan terus mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Soppeng, sebanyak 40 perempuan peserta pelatihan keterampilan menjahit menerima dukungan peralatan untuk mengembangkan keterampilan yang telah mereka peroleh selama mengikuti pelatihan.

Dukungan tersebut ditandai dengan penyerahan 20 mesin jahit dan 20 mesin obras oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi, dalam kegiatan Piloting Ruang Bersama Indonesia berupa peningkatan kapasitas dan keterampilan bagi perempuan di Kabupaten Soppeng, Senin (10/8/2026).

Sebanyak 40 peserta penerima manfaat berasal dari dua wilayah, masing-masing 20 perempuan dari Kelurahan Jennae dan 20 perempuan dari Desa Ganra.

Penyerahan bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengembangkan keterampilan menjahit menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi serta dapat memberikan manfaat bagi keluarga.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi, meminta para penerima bantuan memanfaatkan peralatan tersebut secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan peluang usaha.

“Perempuan harus berdaya dan mandiri, minimal membantu ekonomi keluarga. Alat ini dimanfaatkan sebaik-baiknya agar produktif, jangan sampai dijual,” ujar Fatmawati.

Ia menegaskan, bantuan peralatan harus diikuti dengan pemanfaatan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan. Mesin jahit dan mesin obras diharapkan dapat menjadi sarana bagi peserta untuk terus berlatih, menghasilkan produk, mengembangkan kreativitas, hingga membuka peluang usaha secara bertahap.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada kemampuan mengikuti pelatihan, tetapi harus dilanjutkan dengan pemanfaatan keterampilan secara produktif sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Sebelumnya, para peserta telah mengikuti pelatihan menjahit yang memadukan pembelajaran teori dan praktik. Peserta diperkenalkan dengan penggunaan peralatan menjahit serta praktik mengolah kain menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan menjadi produk ekonomi.

Dengan adanya dukungan 20 mesin jahit dan 20 mesin obras, para peserta kini memiliki sarana untuk melanjutkan praktik secara mandiri sekaligus meningkatkan keterampilan setelah pelatihan berakhir.

Program Piloting Ruang Bersama Indonesia tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kapasitas dan keterampilan perempuan, mendorong kemandirian, serta memperkuat peran perempuan dalam ketahanan ekonomi keluarga.

Melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, program pemberdayaan diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga keterampilan yang dimiliki masyarakat tidak berhenti pada pelatihan, tetapi mampu berlanjut menjadi kegiatan produktif dan berkelanjutan.Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes., dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-Dalduk KB) Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Nursidah, S.ST., M.M.

Turut hadir Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, Pj. Sekretaris Daerah Soppeng, H. Andi Haeruddin, Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, Wakil Ketua II DPRD Soppeng, Muhammad Taufan, Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng, Hj. Andi Husniati, S.Sos., M.M., serta Camat Liliriaja dan Camat Lalabata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *