Supriansa Jadi Plt Ketua Golkar Makassar, Pesannya Menohok: “Tak Perlu Menjatuhkan untuk Naik”

Uncategorized207 Dilihat

MAKASSAR, Warta72.com — Ketua Harian DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Selatan, Dr. Supriansa, S.H., M.H., menyampaikan pesan reflektif mengenai dinamika politik dan pentingnya menjaga etika dalam berkompetisi.

Menurut Supriansa, perjalanan politik tidak semestinya diwarnai dengan upaya menjatuhkan pihak lain demi memperoleh posisi atau kedudukan. Ia menilai, setiap kader memiliki proses dan waktunya masing-masing untuk mencapai tujuan politik.

“Politik itu lentur, tak perlu menjatuhkan untuk naik. Karena semua ada waktunya.”

Pernyataan tersebut disampaikan Supriansa di tengah dinamika internal Golkar Makassar. Ia kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar.

Penunjukan Supriansa dilakukan Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin, pada Jumat, 9 Oktober 2026. Ia ditugaskan mengisi kekosongan kepemimpinan hingga pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Makassar.

Politik Bukan Sekadar Perebutan PosisiPesan yang disampaikan Supriansa juga menekankan pentingnya etika dalam kompetisi politik. Persaingan dalam organisasi, menurutnya, semestinya dijalankan dengan kedewasaan, saling menghormati, serta tetap berorientasi pada kepentingan bersama.

Pencapaian seorang kader tidak harus dibangun dengan melemahkan pihak lain. Rekam jejak, integritas, kerja nyata, dan kemampuan menjaga hubungan baik justru menjadi bagian penting dalam membangun perjalanan politik.

Pergantian kepemimpinan, lanjutnya, juga tidak semestinya menjadi alasan untuk membangun permusuhan. Perbedaan pilihan dan kepentingan merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang perlu disikapi secara dewasa.Supriansa juga menyampaikan sebuah ungkapan yang sarat makna.

“Tak penting mengumbar semut seakan gajah karena pada akhirnya lalat pun bisa membedakan mana sampah, mana bunga.”

Ungkapan tersebut dapat dimaknai sebagai ajakan agar persoalan kecil tidak dibesar-besarkan demi mendapatkan perhatian. Pada akhirnya, masyarakat memiliki penilaian sendiri untuk membedakan tindakan yang memberi manfaat dengan perilaku yang hanya menimbulkan kegaduhan.

Supriansa Emban Amanah sebagai Plt Ketua Golkar MakassarPenunjukan Supriansa sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Kota Makassar merupakan bagian dari penataan organisasi setelah Munafri Arifuddin mengundurkan diri dari Golkar dan beralih ke Partai Demokrat.

Mandat tersebut bersifat sementara hingga Musda Golkar Makassar digelar untuk menentukan kepemimpinan definitif. Proses transisi ini sekaligus menjadi momentum bagi Golkar untuk menjaga kesinambungan organisasi dan memperkuat konsolidasi internal.

Di tengah perubahan tersebut, pesan Supriansa tentang politik yang lentur dan pentingnya tidak menjatuhkan orang lain menjadi relevan dalam menghadapi dinamika organisasi.

Baginya, politik pada akhirnya bukan semata-mata tentang siapa yang menduduki sebuah jabatan. Lebih dari itu, politik juga menyangkut bagaimana seseorang menjalani proses, membangun kepercayaan, menjaga integritas, serta tetap menghormati sesama di tengah perbedaan.

Sebab, setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Tidak perlu merendahkan orang lain untuk meninggikan diri sendiri. Pada akhirnya, kerja nyata, integritas, dan waktu yang akan menunjukkan nilai dari setiap langkah dalam perjalanan politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *