Empat Sahabat Lama Kembali Bertemu di Pisah Sambut Kapolres Gowa, Simbol Persahabatan Lintas Institusi yang Tak Lekang oleh Waktu

Uncategorized185 Dilihat

GOWA, Warta72.com – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai acara pisah sambut Kapolres Gowa. Momen tersebut menjadi lebih istimewa ketika empat tokoh yang pernah mengabdi bersama di Kabupaten Soppeng kembali dipertemukan dalam satu meja, menghadirkan kenangan sekaligus memperlihatkan kuatnya ikatan persahabatan yang telah terjalin selama menjalankan amanah negara.

Keempat tokoh tersebut yakni mantan Bupati Soppeng dua periode H. A. Kaswadi Razak, S.E., Kapolres Gowa Kombes Pol. Dr. H. Muhammad Yusuf Usman, mantan Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Reinhard Haposan Manurung, S.Pd., serta mantan Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng Salahuddin, S.H., M.H.

Kebersamaan mereka bermula saat sama-sama bertugas di Kabupaten Soppeng. Kala itu, H. A. Kaswadi Razak memimpin sebagai Bupati Soppeng, Muhammad Yusuf Usman menjabat Kapolres Soppeng selama kurang lebih dua tahun, Letkol Inf. Reinhard Haposan Manurung memimpin Kodim 1423/Soppeng, sementara Salahuddin menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng.

Selama menjalankan tugas di Bumi Latemmamala, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Soppeng, TNI, Polri, dan Kejaksaan dikenal berjalan harmonis. Kolaborasi yang solid tersebut mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, memperkuat penegakan hukum, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Hubungan yang terbangun pun tidak hanya sebatas koordinasi kedinasan, melainkan berkembang menjadi persahabatan yang erat. Meski kini telah mengemban amanah di tempat yang berbeda, komunikasi dan rasa saling menghargai tetap terpelihara hingga saat ini.

Pada kesempatan pisah sambut Kapolres Gowa, Kombes Pol. Dr. H. Muhammad Yusuf Usman menegaskan komitmennya untuk menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di Kabupaten Gowa.

Menurutnya, kehadiran Polri harus mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia juga menekankan bahwa menjadi polisi yang baik merupakan pilihan yang harus diwujudkan melalui integritas, profesionalisme, dan komitmen dalam menjalankan tugas.

“Menjadi polisi adalah pilihan. Apakah ingin menjadi polisi yang baik atau tidak, semuanya kembali kepada pribadi masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhammad Yusuf Usman mengungkapkan bahwa dirinya akan melanjutkan berbagai program positif yang telah dijalankan saat bertugas sebagai Kapolres Palopo maupun Kapolres Soppeng. Salah satu program yang akan terus dipertahankan adalah Safari Subuh, sebagai sarana mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, Safari Subuh menjadi media yang efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, memperkuat komunikasi antara Polri dan warga, serta membangun kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.Pertemuan empat sahabat lintas institusi tersebut menjadi simbol bahwa pengabdian kepada bangsa tidak hanya melahirkan keberhasilan dalam menjalankan tugas, tetapi juga menumbuhkan ikatan persaudaraan yang tetap terjaga meski waktu terus berjalan dan jabatan silih berganti.

Momentum penuh kehangatan itu menjadi inspirasi bahwa kolaborasi yang dibangun atas dasar kepercayaan, saling menghormati, dan persahabatan mampu menghadirkan sinergi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus menjadi teladan bagi generasi penerus dalam membangun pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berintegritas.

“Empat sahabat, satu cerita. Persahabatan tidak lekang oleh waktunya.” Sebuah pesan sederhana yang tergambar jelas dari pertemuan mereka di Kabupaten Gowa, membuktikan bahwa kebersamaan yang dibangun dengan ketulusan akan tetap abadi melampaui ruang, waktu, dan jabatan.

EYS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *